Saturday, March 16, 2013

Mahfud: TNI dan Polri harus bisa memilih dan dipilih di Pemilu

Mahfud: TNI dan Polri Harus Bisa Memilih dan Dipilih di Pemilu
Foto: Pasukan elite RI. ©2012 Okesharezone
Reporter: Irwan Setyabudi

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, menyatakan anggota TNI-Polri mempunyai hak yang sama dalam pemilihan umum maupun pilkada. Bahkan, tidak hanya sebatas memilih, TNI/Polri juga harus bisa mempunyai hak yang sama untuk dipilih dalam ajang pemilu maupun pilkada.

Pernyataan itu disampaikan oleh Mahfud MD usai menghadiri ujian promosi Doktor Ilmu Hukum FH Undip, Fifiana Wisnaeni SH MH, di Gedung program pascasarjana Undip Jl Imam Barjo, Kota Semarang, Sabtu (16/3).

"Saya tidak percaya kalau memilih timbul perpecahan. Tahun 1955 tidak apa-apa, mereka punya (hak pilih) sendiri," tegas Mahfud.

Mahfud menjelaskan, hak pilih anggota TNI/Polri merupakan hak asasi yang harus disamakan dengan warga negara lainnya.

Mahfud mengusulkan, agar tidak memilih sesuai komando, maka anggota TNI/Polri harus bergabung dengan masyarakat saat memilih.

"Jika ada tempat khusus, maka bisa terpantau siapa yang tidak memilih dan sebagainya,"pungkas Mahfud.

Polri minta Kemenkominfo blokir situs cara merakit bom

 Polri minta Kemenkominfo blokir situs cara merakit bom
Foto: Divhumas Polri. ©2013 Okesharezone
Reporter: Dwi Sutrisno

Polisi berhasil menangkap pelaku perampokan toko emas di Tambora, Jakarta Barat. Ternyata, mereka terlibat jaringan teroris karena kedapatan memiliki 14 bom.

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Suhardi Alius mereka tidaklah mengikuti pelatihan untuk membuat bom. Tetapi, mereka mendapatkan ilmu merakit bom dari internet dengan cara men-download.

"Untuk kita minta Kemenkominfo untuk mengawasi dan memblokir situs-situs seperti itu. Karena itu bukan hanya tugas polisi semata," ujar Suhardi di kantornya, Sabtu (16/3).

Suhardi mengakui peredaran penjualan bahan pembuat bom mudah didapat di pasaran. "Ini jadi konsen kita bersama," katanya.

Selain itu, lanjut Suhardi, peredaran buku-buku yang tersebar di masyarakat juga harus diperhatikan. Karena banyak juga buku yang berisi tentang jihad-jihad yang mampu membuat provokatif.

"Ini tanggung jawab siapa? Harus ada tanggung jawab lembaga siapa yang follow up," tuturnya.

Sebelumnya, aparat Polda Metro Jaya akhirnya berhasil meringkus para perampok Toko Emas Terus Jaya di Tambora, Jakarta Barat. Tujuh tersangka yang diamankan diketahui merupakan jaringan teroris.

"Iya benar sudah ditangkap terkait jaringan teroris memang awalnya yang ditangkap tujuh, tapi satu mencoba melarikan diri makanya ditembak," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Toni Hermanto, di Jakarta, Jumat (15/3).

Toni mengatakan, para pelaku ditangkap di kawasan Telukgong, Jakarta Utara. Informasi yang dihimpun, petugas juga menyita 5 pucuk senjata api dan beberapa bom pipa dari tangan jaringan teroris tersebut.

Firasat pria Spanyol ini tentang Paus Fransiskus terbukti benar

Firasat pria Spanyol ini tentang Paus Fransiskus terbukti benar
Foto: Lelaki Spanyol Rodriguez de Cabo. ©Twitter.com

Seolah tanda-tanda dari Tuhan, seorang lelaki asal Ibu Kota Madrid, Spanyol bernama Alejandro Rodriguez de Cabo bulan lalu pernah berfirasat Paus baru nanti akan bernama Fransiskus menggantikan Paus Benediktus yang mengundurkan diri.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Sabtu (16/3), firasat yang datang dalam mimpinya itu muncul beberapa jam sebelum Paus Benediktus XVI mengumumkan pengunduran dirinya.

Kekasih Rodriguez yakni Yolanda De Mena, 22 tahun, bahkan berkicau dalam akun Twitternya pada 11 Februari tentang firasat pacarnya itu. Dia mengatakan pagi itu pacarnya bangun tidur dan mendapat firasat itu.

Dalam kicauannya itu dia menulis: "Pacar saya terbangun pukul 4 pagi tadi dan bilang dia bermimpi munculnya Paus baru dengan nama Fransiskus I dan Paus Benediktus mengundurkan diri hari ini."

Firasat Rodriguez itu ternyata kini terbukti benar setelah Kardinal asal Argentina Jorge Mario Bergoglio pekan ini terpilih menjadi Paus baru dengan nama Paus Fransiskus.

Sejak tersiarnya kabar firasat yang terbukti benar itu kini kicauan De Mena itu hingga pagi hari ini telah di-retweet sebanyak 83 ribu kali.

Kicauan De Mena itu benar tertanggal 11 Februari 2013 pukul 12.06 dan tidak tampak direkayasa atau dipalsukan.

Sejumlah media di Spanyol dan Amerika Latin telah mengabarkan kisah ini dan Rodriguez kin imenjadi terkenal.

Si jago merah ngamuk di Pesanggrahan, 9 damkar dikerahkan

Si Jago Merah Mengamuk di Pesanggrahan, 9 Pemadam Kebakaran Dikerahkan
Foto: Ilustrasi kebakaran. Okesharezone/Merdeka.com
Reporter: Deddy Santosa

Sebuah rumah di lingkungan padat penduduk tepat di belakang Mapolsek Pesanggrahan, di Jalan Bintaro Utara, Jakarta Selatan terbakar. Belum diketahui penyebab kebakaran itu, namun api berhasil dipadamkan dengan bantuan warga sekitar.

"Sudah bisa diatasi, lokasinya tepat di belakang polsek Pesanggrahan," kata Kasi Ops Sudin Damkar Jakarta Selatan, Muchtar Zakaria saat dikonfirmasi, Sabtu (16/3).

Muchtar mengatakan, sesuai laporan yang diterima dari Kantor operator kebakaran di Lebak Bulus, api diketahui melalap atap rumah warga sekitar pukul 14.00 WIB. Atas laporan itu, Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan bencana Jakarta Selatan kemudian mengerahkan 9 unit mobil untuk langsung datang ke lokasi kejadian.

Namun, berkat bantuan warga, api yang tadinya mulai membesar bisa dijinakkan dan tidak merambat ke rumah lain.

"Kita kerahkan 9 mobil pemadam," ujarnya.

Saat ini kondisi di lokasi kejadian sudah kembali normal, namun warga masih berkumpul di lokasi kejadian. Petugas juga sedang meminta keterangan pemilik rumah terkait kebakaran tersebut.

Ancam timpuk sepatu ke SBY, aktivis HMI bisa dipidana

Ancam timpuk sepatu ke SBY, aktivis HMI bisa dipidana
Foto: SBY sambut kedatangan PB HMI. ©Rumgapres/abror rizki
Reporter: Angga Silalahi

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar kongres di Hotel Borobudur Jakarta. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) direncanakan akan membuka kongres HMI ke-28 yang digelar pada Jumat tanggal 15-22 Maret 2013. Namun SBY batal hadir karena masalah keamanan karena adanya ancaman.

Menurut Kadiv Humas Mabes, Irjen Suhardi Alius kalau Presiden SBY melaporkan secara resmi, anggota HMI yang mengancam dapat dipidanakan.

"Mengancam ini perbuatan yang melanggar hukum, kalau ini dilaporkan resmi oleh orang yang jadi korban bisa jadi dipidana 12 tahun," ujar Suhardi di kantornya, Sabtu (16/3).

Seperti diketahui, hubungan SBY dengan Anas Urbaningrum mulai renggang dan memanas pasca mundurnya Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Anas dikenal sebagai mantan Ketua Umum HMI yang memiliki kader-kader yang loyal.

"Kami menolak secara keras kedatangan SBY ke dalam Kongres HMI yang ke-28. Kami menilai dia (SBY) tidak layak untuk ikut ke dalam kongres," kata Koordinator Gerakan Nasional HMI Anti SBY, Abdul Syukur Oumo dalam konferensi persnya di Cikini, Jakarta, Kamis (14/3).

"Apabila SBY bersikeras datang, kami akan melakukan blokade pada waktu kedatangan beliau, dan maka kami juga akan melempar sepatu ke SBY jika pada akhir SBY datang," tanda Abdul.

Buka lomba marching band, Ahok semangat gebuk bass drum

Buka lomba marching band, Ahok semangat gebuk bass drum
Foto: Ahok. ©2012 Okesharezone
Reporter: Sofyan Abdullah

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, secara resmi membuka Kejuaraan Daerah Drum Band dan Marching Band DKI Jakarta tahun 2013. Kejuaraan berlangsung Hall A Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Saya ucapkan selamat bertanding, dan saya berterimakasih kepada sponsor dan dinas terkait, semoga akan ada terus acara seperti ini," ujar Ahok di atas mimbar, Sabtu (16/3).

Saat meresmikan kejuaraan dua tahunan ini, Ahok, sapaan akrab Basuki Tjahaja Purnama juga menyempatkan menabuh bass drum tanda dibukanya kejuaraan.

Usai menabuh bass drum, secara simbolis, sebagai bentuk pembukaan lomba, Ahok menyalami setiap peserta.

Kejuaraan Daerah Drum Band dan Marching Band DKI Jakarta tahun 2013 berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 16 hingga 17 Maret 20013. Kejuaraan ini diikuti oleh 17 peserta dari SD, 5 peserta Remaja Non Brass (SMP/SMA), dan 16 peserta Remaja Brass (SMP/SMA).

Sebanyak tiga nomor mata lomba diperlombakan, mulai dari Padarampak / Defile, baris-berbaris, serta unjuk gelar. Para peserta berasal dari sekolah-sekolah SD, SMP, SMA/ SMK dari 5 wilayah kota Administrasi yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

Polisi masih kejar pelaku penyerangan kantor Tempo

Polisi masih kejar pelaku penyerangan kantor Tempo
Foto: kantor Tempo dirusak. ©2013 Okesharezone
Reporter: Irwan Setyabudi

Hingga saat ini petugas kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap para pemuda yang melakukan penyerangan dan pengrusakan Kantor Media Tempo di Jalan Raya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penyerangan ini terjadi malam tadi dan mengakibatkan dua orang luka. Saat ini para pelaku belum juga berhasil dibekuk petugas.

"Tim masih di lapangan dan melakukan pengejaran tersangka pengrusakan dan penyerangan Kantor Tempo," kata Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama, Iptu Alfred saat dikonfirmasi, Sabtu (16/3).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, menjelaskan kronologi penyerangan dan pengrusakan kantor Koran Tempo. Dalam keterangan tertulis, dia mengatakan bahwa kejadian bermula saat 10 karyawan Tempo sedang bermain gitar di warung dekat lokasi kejadian. Namun tiba-tiba ditegor oleh pelaku yang berada di balik tembok dan terjadi adu mulut.

Karena tidak terima, pelaku memanggil rekannya sebanyak 8 orang dan menyerang kantor Tempo hingga dua orang sekuriti mengalami luka. Para pelaku melakukan penyerangan, dengan menggunakan kayu dan parang.

"Pelaku tidak terima dan memanggil temannya 8 orang dan menyerang kantor Tempo dan security dengan menggunakan parang dan kayu," jelas Rikwanto.

Awal peristiwa ini, menurut Ananda Badudu terjadi saat wartawan Tempo sedang nongkrong di depan kantor. Saat itulah mereka merasa ada yang menendang tembok. Sempat terjadi adu mulut. Sekitar lima menit kemudian gerombolan pemuda ini balik lagi. Mereka menantang sambil mengacung-acungkan senjata tajam. Mereka juga menghancurkan kaca depan kantor.

Suasana sempat mencekam karena serangan ini. Setelah merusak, para penyerang meninggalkan Gedung Tempo. Namun diduga serangan ini tak ada kaitannya dengan pemberitaan media tersebut.